Tak Terima Sekolahnya Diberitakan, Oknum Guru SMPN 6 Leuwidamar Kalap dan Teror Wartawan
LEBAK, BeritaKilat.com - Seorang guru Operator Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 6 Leuwidamar diduga tak terima diberitakan oleh wartawan soal dugaan penggelapan dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa, dan menuding pemberitaan tersebut tidak valid dan tidak sesuai fakta. lokasi sekolah berketempatan di Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Banten Kamis (20/3/2025).
Berdasarkan informasi yang berhasil awak media himpun dari keterangan Restu selaku oprator Program Indonesia Pintar (PIP) SMPN 6 Leuwidamar, dalam isi pesan Chat yang dikirimkan kepada awak media seolah-olah diduga tidak terima diberitakan dan menuding pemberitaan yang diterbitkan oleh awak media tersebut tidak sesuai fakta dan tidak valid.
"Terus masalah rilis gimana itu maksudnya ngerilis itu apa itu, gamblang aja lah apa itu ngirim-ngirim berita apa maksudnya dan maunya bagaimana. Ok siap saya gak terima berita, karena berita tidak sesuai dengan fakta. Hak bapa menerbitkan berita, kalau sesuai dengan fakta kami terima," ucap Restu seolah-olah membenarkan diri seperti menantang awak media.
Restu pun terus mengirim pesan singkat via WhatsApp kepada awak media seperti nampak mengeluarkan amarah tidak terima dengan apa yang diberitakan dan menuding kepada awak media tidak turun kelapangan melakukan konfirmasi ke wali murid terlebih dahulu.
"Soalnya apa yang dirilis di berita tidak sesuai fakta, ketemu saja lah hayu kang, apakah bapa sudah langsung ke lapangan, apa hanya laporan saja, saya kira hanya laporan saja, tidak tau fakta sebenarnya," pungkas Restu seperti menyalahkan awak media.
Restu pun mengaku dirinya sudah melakukan kroscek ke wali murid, bertujuan untuk menyingkronkan laporan temuan awak media.
"Ok, tapi ketika kami temui orang tua siswa, tidak merasa melapor tapi kedatangan tamu ke rumah orang tua, kami di pinta kartu keluarga sama inisial JH, tapi saya tunjukan foto akang ini, orang tua tidak mengetahui, bahkan kartu ATM dan buku tabungannya sudah pada di orang tua, ketika di rilis ko kami penggelapan buku tabungan, bahkan siswa inisial ST orang tuanya saja tidak tau apa-apa," ujar Restu selaku operator PIP seperti terus menyudutkan awak media.
Sementara Ambon Sekjen Persatuan Pewarta Warga Indonesia Dewan Perwakilan Cabang (PPWI DPC) Kabupaten Lebak angkat bicara soal adanya salah seorang guru selaku Oprator PIP di SMPN 6 Leuwidamar yang bernama Restu tak terima diberitakan oleh wartawan atas dugaan penggelapan dan PIP milik siswa, saat ditemui awak media mengatakan.
"Saya ingin memberi tahu dan menjelaskan terkait data temuan awak media yang dituding tidak valid atau bisa dikatakan hoax oleh salah satu guru yang bernama Restu selaku Oprator PIP di SMPN 6 Leuwidamar, data tersebut atas temuan dari salah satu anggota PPWI berinisial JH dan dilakukan konfirmasi lebihlanjut oleh salah satu awak media inisial MH yang masih tergabung di PPWI DPC Lebak, bertujuan untuk menggali informasi yang lebih kredibel (dapat dipercaya-red) dan faktual (kenyataan atau kebenaran-red)," pungkasnya.
Ambon pun menjelaskan juga, bahwa apa yang diberitakan oleh awak media sah-sah saja, sepanjang tidak melanggar kode etik dan kaidah jurnalistik serta berdasarkan data dan fakta yang bisa dipercaya hasil konfirmasi dari kedua sumber yang sedang disikapi, karena ia menyebutkan pula itu adalah kerja tim didalam organisasi Pers.
"Saya anggap sah-sah saja pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu awak media anggota PPWI, perihal dugaan penggelapan dana PIP yang diduga dilakukan oleh oknum guru, karena kami di dalam organisasi Pers PPWI adalah kerja tim, dan tidak mungkin berita yang diterbitkan tidak mempunyai data atau narasumber, dan yang pastinya berita yang diterbitkan sudah hasil daripada konfirmasi kedua belah pihak narasumber agar informasi tersebut balance," jelasnya.
Menurut Ambon Sekjen PPWI, ia menyebutkan apabila ada pihak yang merasa tidak puas dengan pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu awak media, silahkan hubungi ke redaksi atau mendatangi kantor redaksi media yang menerbitkan pemberitaan tersebut dan membuat hak jawab.
"Apabila memang ada pihak yang merasa tidak puas dengan pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu media, silahkan hubungi kontak redaksi dan bisa pula mengunjungi alamat kantor redaksi yang tercantum di box redaksi media tersebut. Bertujuan untuk mengklarifikasi atau menyanggah sesuai dengan aturan yang ada," jelas Ambon Sekjen PPWI.
Ambon juga menyebut salah satu guru yang bernama Restu selaku oprator PIP tersebut nampak arogan dan menyudutkan awak media dan tidak mencerminkan perilaku baik seorang guru pendidik.
"Saya melihat pesan dari guru yang bernama Restu tersebut yang dikirim ke awak media, nampak terlihat isi pesan itu memperlihatkan arogansinya kepada awak media, seolah-olah dia merasa paling benar dan terus menyudutkan awak media, dan saya sangat menyayangkan sekali kepada guru tersebut tidak mencerminkan sikap perilaku guru yang semestinya. Guru yang bernama Restu tersebut itu saya lihat sangat tidak menghargai kepada Pers yang sedang menjalankan tugas kontrol sosial," ucapnya.
Masih kata Ambon, dirinya mengaku mendapatkan Informasi bahwasannya banyak pihak luar yang mengintervensi kepada awak media yang sedang menyikapi persoalan dugaan penggelapan dana PIP milik siswa SMPN 6 Leuwidamar, menyuruh kepada awak media untuk menghapus pemberitaan tersebut, ia pun menduga kuat pihak luar tersebut orang suruhan pihak sekolah.
"Saya mendapatkan informasi, pasalnya ada pihak luar yang diduga mencoba mengintervensi (tindakan campur tangan atau ikut campur dalam suatu situasi-red) anggota PPWI yang sedang menyikapi persoalan dugaan penggelapan dana PIP milik siswa yang dilakukan oleh oknum guru SMPN 6 Leuwidamar, pihak luar tersebut menyuruh awak media untuk menghapus pemberitaan tersebut, saya menduga kuat orang-orang tersebut suruhan pihak sekolah SMPN 6 Leuwidamar dan ini sama saja dengan pembredelan dan menghalangi tugas jurnalistik, " tukasnya.
Sekjen PPWI DPC Lebak Ambon mengatakan pula, bahwasannya ia tidak akan segan-segan untuk melaporkan pihak-pihak luar kepada APH yang diduga mencoba mengitervensi anggota PPWI.
"Perlu diperhatikan, siapapun yang mencoba mengintervesi anggota PPWI, saya pun tidak akan segan-segan untuk melaporkan pihak-pihak luar kepada APH yang diduga mencoba mengitervensi anggota PPWI yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, " tegas Ambon Sekjen PPWI DPC Lebak. (Red).
Posting Komentar